Minggu, 11 Agustus 2013

Tragedi 11 agustuss (Remuk badanku)

Aku jalan-jalan ke Ragunan di hari ke empat bulan lebaran ini.
Ya, selain suasananya yang amat Rame. Ternyata naluri kasih sayangku gak sanggup nahan air mata waktu lihat semua binatang yang ada di sana. Aku sedih lihat kuda-kuda delman yang dipaksa buat jalan keliling kebun binatang, buat aku meskipun seekor kuda dia pasti sangat letih. Liat objek "foto di atas gajah" aku juga jadi sedih, Gajah itu masih kecil. Bahkan aku nangis liat rusa-rusa kurus yang lagi nyantai di bawah pohon.

Bagaimana jika hewan-hewan ini stress dan mati. 
 
lalu kenapa kufikirkan ini??  
Tidak, sebenarnya hanya tak sengaja terlintas difikiranku.

Bagiku hewan-hewan seperti Mereka punya alam yang sunyi yaitu hutan. Lalu di balik kerangkengan besi kebun binatang ini, hewan-hewan dipajang dalam wilayah sempit yang sekelilingnya didesaki ratusan juta manusia.
Secara logika jika tidak terbiasa hewan-hewan ini bisa stress dan mati.

Ya, tapi inilah manusia. Hewan sebuas apapun bisa jadi santapan, dan hewan  paling berbahaya sekalipun bisa takhluk ditangan manusia. Karna manusia adalah Makhluk paling berakal di muka bumi.
Dan makhluk paling 'diMuliakan' di bumi oleh ALLAH  Swt.

Waktu di Ragunan aku beli 2 boneka teddy yang lucu.


 Aku merasa boneka yang pertama adalah boneka yang pernah aku lihat di cover album band Metal di kota medan, aku menyukainya dan akupun membelinya untuk kenang kenangan.
Tapi bukan ini aja kenangan yang aku dapet dari kebun binatang.

Tapi muka bonyok
 
Sumpah, ini gue juga malu majangnya.

jadi. Kejadiannya itu waktu pulang dari ragunan. Aku mau belok ke arah kanan dan lupa noleh ke arah belakang atupun liat spion. Dan seorang ibu-ibu bego' tiba-tiba muncul dari arah belakang. Helmnya gak dipake tapi dicangklekin mirip bawa tas, karna posisi terlalu dekat helmnya nyerempet stang kereta yang lagi aku bawa. Dan akupun terjerembab ke tanah bareng temen yang lagi aku bonceng.

Tragis..

Kejadiannya begitu cepat, pipi aku dicium aspal sampai lecet trus bibir aku pecah natap aspal. Banyak orang yang liat lalu lalang tapi tak satupun mau nolongin. Sialan, akhirnya aku berdiri sendiri dari TKP.
Dan sialnya lagi, dua orang tua bego yang udah menyebabkan aku jatuh sampe lecet gini malah Cuma berhenti bentar trus langsung jalan lagi tanpa minta maaf atau nolongin.
Ya, ternyata tidak semua orang tua itu bertanggung jawab. Beruntung aku terlahir dari orang tua yang sangat bertanggung jawab.

Ada dua orang yang yang berenti. Dia bilang "kerumah sakit aja ?"
Lha, ngomong gampang. Tapi duitnya mana. Rumah sakit sekarang kejam, orang sakit malah diporotin bukannya ditolongin. 
  Realita sialan..

Aku ngaca di spion dan mukaku udah bonyok kayak abis berantem. Gigiku merah kena darah. Untungnya temen yang ada di boncengan aku dia baik-baik aja.

Aku sadar ini adalah hidup dan ini adalah aturan main. Mereka tidak berfikir bahwa seseorang yang jatuh dari kereta ini adalah anak seorang manusia. Seseorang yang mungkin masih dianggap penting. Yang masih berguna bagi kehidupannya, seorang saudari, atu mungkin putri.
Entahlah!

 Aturan main yang ada di jalanan adalah, siapa cepat dia nyampe duluan. Dan aku kalah cepat sama 2 orang tua bego yang udah keduluan lari. Aku minta tolong sama orang lewat buat ngejer  ibu-ibu yang pake jilbab kuning itu. Seenngaknya dia harus bilang maaf, kenapa takut banget aku akan nuntut macem2. but who care?

Ya, aku anggap bonyok ini sebagai sebuah pelajaran berharga. Agar lain kali aku bisa hati-hati dan noleh ke spion.

Dan buat 2 orang tua bego itu. Aku tau Tuhan tidak pernah tidur. Jika hari ini kalian lolos dari apa -yang udah- kalian- lakukan. Aku yakin hati kalian saat ini juga sedang tidak tenang.
Dunia pasti berputar kan. Karma pasti terjadi. Walau tidak di dunia, Karma tetap akan terbalas di akhirat.

Kalian tau dua orang tua, Tuhan memang maha pemaaf. Tapi aku bukan Tuhan dan aku tidak memaafkan kalian.


DAMN